Sabtu, 05 November 2011

JOB ANALYSIS

Untuk tugas kali ini saya mau membahas tentang JOB ANALYSIS, sekaligus melakukan perbaikan terhadap makalah yang telah saya presentasikan sehingga makalah yang telah saya buat bisa menjadi sempurna.

Building Case:
John bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang Tour and Travel. Perusahaan tersebut mempekerjakan 60 (enam puluh) karyawan yang terbagi dalam 5 (lima) divisi. Dia sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 6 (enam) bulan. Sebelumnya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbangan International yang sangat terkenal dengan jabatan sebagai "Reservation & Ticketing Supervisor". Tergiur oleh gaji yang tinggi, John tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran untuk bekerja di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai "Sales Supervisor". Apa yang dialaminya kemudian membuat dia berada dalam kegundahan yang mendalam karena merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai nama jabatan dan apa yang dibicarakan pada waktu wawancara kerja. Selain itu ia merasa tidak menemukan kecocokan antara pekerjaan dengan kepribadiannya. Sampai sekarang dia tidak mengetahui secara pasti apa ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakannya, sehingga evaluasi kinerjanya menunjukkan hasil yang tidak menggembirakan. Setiap kali ia mempertanyakan uraian jabatan kepada atasannya, maka jawaban yang diterima adalah perusahaan tidak merasa perlu untuk membuat uraian jabatan dan spesifikasi jabatan karena mengganggap bahwa semua karyawan pasti tahu apa yang harus dikerjakan. Kondisi ini terasa sangat kontras dengan apa yang pernah dijalani oleh John di perusahaan sebelumnya, dimana segala sesuatu sudah dijabarkan secara tertulis dan sangat jelas ruang lingkup pekerjaannya. Karena merasa sangat sulit untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut maka John dengan berat hati akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan setelah bekerja selama 7 (tujuh) bulan

Pengalaman John mungkin tidak asing bagi kita. Bahkan diantara pembaca mungkin ada yang pernah atau sedang mengalami sendiri situasi seperti di atas. Hal ini mungkin dianggap wajar mengingat bahwa di masa krisis seperti ini banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dengan mempekerjakan satu orang untuk beberapa bidang pekerjaan sekaligus, sehingga sulit membuat uraian jabatan karena nama jabatan seringkali tidak sambung dengan pekerjaan sehari-hari. Apalagi ditambah dengan fakta yang menunjukkan bahwa perusahaan masih tetap bisa survive meskipun tanpa uraian jabatan secara tertulis (formal).


IDENTIFIKASI DAN ANALISIS JABATAN
Perkembangan organisasi dan perubahan struktur dalam organisasi menyebabkan kebutuhan akan pekerjaan baru semakin meningkat. Sebelum organisasi melakukan seleksi terhadap karyawan yang akan menduduki jabatan yang baru, maka manajer sumber daya manusia perlu mengetahui dan mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan apa saja yang akan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan serta jenis personal yang bagaimana yang layak menduduki pekerjaan tersebut. Dalam hal ini, organisasi perlu menetapkan standar-standar pekerjaan dan kriteria keterampilan, pendidikan, dan pengalaman yang diperlukan.
Untuk mengetahui jenis pekerjaan, bagaimana melakukan pekerjaan dan siapa yang tepat untuk melakukan pekerjaan itu perlu dilakukan analisis terhadap pekerjaan itu sendiri yang disebut sebagai analisa jabatan (job analysis). Dessler (1997), mengungkapkan bahwa analisa jabatan merupakan prosedur untuk menetapkan tugas dan tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang macam apa yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.
Informasi yang diperoleh dari analisa jabatan tersebut dapat digunaan untuk menentukan karakteristik apa yang harus dimiliki seseorang yang akan menduduki jabatan tertentu. Adapun hasil dari analisa jabatan tersebut dapat berupa deskripsi jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification).


Uraian Jabatan (Job Description)
Deskripsi jabatan adalah suatu pernyataan tertulis yang menguraikan fungsi, tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang, kondisi kerja dan aspek-aspek pekerjaan tertentu lainnya.
Deskripsi jabatan bukan sekedar menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut tentang tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenang dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan setiap karyawan/pegawai yang memangku jabatan tersebut akan memahami batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya. Hal ini tentu untuk menghindari terjadinya overlapping antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lainnya.
Oleh karena itu, maka penyusunan deskripsi jabatan untuk suatu jabatan tertentu tidak lepas dari format standar yang harus dipenuhi. Walaupun tidak terdapat format standar yang baku dan berlaku untuk semua organisasi, namun secara umum deskripsi jabatan memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Identifikasi jabatan.
Bagian identifikasi jabatan memuat informasi-informasi tentang nama jabatan, kode jabatan, tanggal analisis, penyusun, dan dalam departemen apa.
b. Ringkasan jabatan.
Ringkasan jabatan hendaknya menggambarkan sifat umum dari jabatan, yaitu berupa fungsi dan kegiatan utamanya.
c. Hubungan, tanggung jawab, dan kewajiban.
Bagian ini memperlihatkan hubungan pemegang jabatan dengan pihak atau bagian lain, baik di dalam organisasi maupun luar organisasi. Batas-batas tanggung jawab serta kewajiban utama jabatan itu juga perlu dijelaskan.
d. Wewenang dari pemegang jabatan.
Bagian ini menentukan batas-batas wewenag pemegang jabatan, termasuk wewenang pengambilan keputusannya dan batas-batas penganggarannya.
e. Standar kinerja.
Bagian ini menetapkan standar-standar yang diharapkan bisa dicapai oleh karywan pada masing-masing tugas dan tanggung jawab dari deskripsi jabatan.
f. Kondisi kerja.
Deskripsi jabatan juga akan merangkum kondisi kerja umum yang tercakup pada jabatan. Misalnya, masalah kebisingan, kondisi bahaya, dan suhu udara dalam ruang pekerjaan.


Spesifikasi Jabatan (Job specification)
Merupakan suatu pernyataan tentang kemampuan, ketrampilan, pengetahuan dan sikap-sikap yang dibutuhkan agar dapat bekerja secara efektif, lengkap dengan kualifikasi khusus, pengalaman atau hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang harus dimiliki oleh seseorang sebelum menduduki jabatan tertentu. Misalnya, tingkat pendidikan, keadaan fisik, pengetahuan dan kecakapan, status, jenis kelamin, umur, pengalaman, da karakter.


Mengapa Analisis Jabatan Diperlukan?

Sampai saat ini masih terdapat perdebatan mengenai perlu tidaknya analisis jabatan guna memperoleh uraian jabatan dan spesifikasi jabatan. Pendapat yang pro analisis jabatan memandang bahwa uraian jabatan (produk dari analisis jabatan) merupakan panduan yang mutlak dalam menjalankan pekerjaan dan memudahkan bagi pekerja dan perusahaan. Sebaliknya pendapat yang kontra menganggap uraian jabatan hanya akan membuat seseorang menjadi tidak fleksibel, tidak mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan terkotak-kotak dalam suatu pekerjaan tertentu.

Meski banyak perusahaan menganggap penting, analisis jabatan seringkali dilakukan tidak sebagaimana mestinya. Permasalahan yang dialami oleh John dalam kasus di atas mungkin merupakan bukti dimana analisis jabatan tidak mendapatkan perhatian serius ketika perusahaan ingin merekrut karyawan baru. Dalam kasus John, si recruiter gagal mencocokkan karakteristik individu dengan persyaratan jabatan, karena tidak didukung oleh informasi akurat tentang jabatan tersebut. Akibatnya individu yang direkrut tidak cocok dengan jabatan yang dipegangnya sehingga membuat kinerjanya rendah dan tidak dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan pekerjaan.

Fakta lain mengenai gagalnya perusahaan memperoleh gambaran obyektif tentang suatu jabatan dapat terlihat pada iklan-iklan lowongan pekerjaan yang dimuat di majalah, surat kabar, website atau media online yang lain. Dalam iklan-iklan tersebut seringkali terdapat ketidakjelasan tentang jabatan yang dibutuhkan, memuat informasi yang tidak relevan, tidak terlihat kualifikasi mendasar yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut, dan sebagainya yang pada akhirnya menarik banyak calon/pelamar yang tidak qualified. Kesalahan atau kelalaian dalam membuat analisis jabatan terlihat juga pada materi test dan wawancara dengan si pelamar. Materi test yang dibuat seringkali tidak berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan di calon karyawan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara pun seringkali tidak relevan atau bahkan tidak menyentuh kualifikasi yang esensial dari suatu jabatan sehingga akhirnya berpengaruh terhadap kualitas karyawan. Tentu saja mustahil untuk mendapatkan pegawai terbaik tanpa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dan relevan.

Kenyataan-kenyataan tersebut di atas menunjukkan betapa penting pemahaman terhadap persyaratan-persyaratan jabatan guna mendapatkan karyawan yang tepat sehingga dapat bekerja secara efektif. Dengan melakukan analisis jabatan yang sungguh-sungguh maka akan diperoleh manfaat antara lain:

• Bahan rujukan dalam pembuatan iklan lowongan
• Penyusunan persyaratan jabatan
• Membantu menentukan besarnya imbalan yang akan diterima pemegang jabatan
• Bahan untuk pengembangan materi wawancara
• Bahan untuk pengembangan alat test
• Bahan untuk pengembangan formulir evaluasi
• Bahan orientasi bagi karyawan baru

Kesimpulan

Meskipun ada banyak faktor yang dapat memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang dalam memegang suatu jabatan, namun dengan adanya uraian jabatan dan spesifikasi jabatan diharapkan proses rekrutmen dan seleksi dapat berjalan efektif sehingga memudahkan proses manajemen SDM berikutnya. Saya juga tidak mengesampingkan bahwa kesuksesan untuk memperoleh calon karyawan yang tepat pada proses rekrutmen dan seleksi akan sangat ditentukan oleh keahlian dan pengalaman dari si recruiter.
Dari semua uraian di atas, yang ingin kami fokuskan adalah analisa pekerjaan bukan sekedar menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut tentang tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenang dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan setiap karyawan/pegawai yang memangku jabatan tersebut akan memahami batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya.

Dari semua uraian di atas, yang ingin kami fokuskan adalah analisa pekerjaan bukan sekedar menjelaskan tentang suatu jabatan, akan tetapi juga menjelaskan lebih lanjut tentang tugas-tugasnya, tanggung jawabnya, wewenang dan sebagainya. Dengan demikian, diharapkan setiap karyawan/pegawai yang memangku jabatan tersebut akan memahami batas-batas antara lain dari tugas-tugas, tanggung jawab serta wewenangnya.

Minggu, 24 Juli 2011

TEKNIK MENGHAPAL CEPAT

1. Memory Sport
Perlu kita ketahui bahwa otak manusia sama halnya dengan otot. Apabila otot tidak diolahragakan, maka otot akan lemah, tetapi sebaliknya bila diolahragakan akan kuat. Begitu juga dengan otak. Otak akan lemah bila tidak diolahragakan, dan akan kuat bila diolahragakan. Maka itu kita perlu mengolahragakan otak kita.
Salah satu cara utk mengolahragakan otak kita adalah melalui memory sport.

Langkah – langkah memory sport;
1. Menyiapkan tempat dengan menggunakan site sistem
2. Menyiapkan kata – kata yang akan diingat
3. Menyimpan kata – kata tersebut pada tempat yg telah ditetapkan
4. Memanggil kata – kata yg telah disimpan berdasarkan langkah ke-3

Alokasi waktu untuk mengingat adalah 2 menit. Bila anda sudah bisa mengingat 25 kata dalam waktu 2 menit, maka konsentrasi anda telah meningkat. lakukanlah memory sport ini setiap hari, maka anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa

2. Site Sistem
Adalah suatu teknik menyimpan informasi secara teratur dg cara menempatkan informasi yg akan kita ingat (hafal) pada tempat – tempat yg tlh ditetapkan
cara membuat site sistem;
1. Tempat harus yg sudah dikenal oleh kita
2. Tempat harus dpt dilihat dg jelas
3. Tempat dibagi menjadi beberapa area
4. Tempat harus bisa dibayangkan

3. Relation Sistem
Adalah suatu teknik utk mengingat informasi dg cara menghubungkan informasi yang satu dengan informasi yg lainnya dengan aksi. Relation sistem dipakai utk menghapal yg berpasangan seperti vocabulary, nama negara dan ibu kotanya, nama sungai dan provinsinya, dsb

Contoh penggunaan aksi dalam relation sistem;
Uang masuk kedalam kipas
Roda menabrak ember
Kucing makan rujak

Masuk kedalam, menabrak, dan makan adalah aksinya. Aksi tersebut adalah sebaiga klu / pemicu utk menarik informasi yg ada didepannya, sehingga informasi yg ada didepannya tidak lupa

4. Story Sistem
Adalah teknik untuk mengingat informasi dengan cara menghubungkan informasi yg satu dengan informasi yg lainnya menjadi sebuah cerita

Contoh;
Burung – baju – awan – coca cola – gunung – kelinci – pistol – buaya – pohon – kawah

Cara menghafal;
Bayangkan!
Burung memakai baju terbang ke awan minum coca cola terbang lagi ke gunung ketemu kelinci yang membawa pistol utk menembak buaya yg tidur dibawah pohon di dekat kawah

5. Mnemonic
Adalah teknik menghapal yg bersifat abstrak dg cara mengubah kata abstrak tersebut menjadi benda konkrit yg bisa dibayangkan
Mnemonic dibagi menjadi 2, yaitu;
1. Sistem gambaran adalah suatu teknik menghapal informasi yg abstrak dengan cara menggambarkan kata abstrak tersebut menjadi sesuatu yg konkrit. utk menggambarkannya bisa dengan kegiatan, sesuatu yg terkenal seperti orang, makanan, dll.

contoh:
Gembira digambarkan dg org yg sedang bergembira
Jogya digambarkan dg Borobudur
Jakarta digambarkan menjadi monas

2. Sistem persamaan bunyi, adalah suatu teknik utk menghapal informasi berdasarkan persamaan bunyinya

Contoh :
Singapura menjadi singa
Irak menjadi rak

Yang manakah doamu??

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Jauhkanlah. (edisi wajar)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Tolong dibantu yak! Bimsalabim jadi apa prok 3x! (edisi Pak Tarno)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong dicek lagi ! Mungkin salah baca. (edisi ngotot)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, TER LA LU… (edisi Bung Rhoma)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, tolong isi pulsa mama yaaaa. (edisi penipu)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, temennya lucu juga. (edisi nawar)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, pecahkan saja gelasnya biar ramai. (edisi Rangga)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, ya sudahlah… (edisi Bondan)

ya Tuhan.. jika dia jodohku, dekatkanlah. ..kalau dia bukan jodohku . .Dari dulu beginilah cinta, , sungguh deritanya tiada akhir (Edisi Pat Kay)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, lindungilah dia! Jangan sampai dia tertukar ato hilang. (edisi sendal saat Shalat Jumat)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Prikitiew…(Edisi Sule)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku APAAN TUUH !!! (versi Jaja Miharja)

Ya Tuhan kalo dia jodohku maka dekatkanlah , jika bukan biar hujan menghapus jejakmu (versi peterpan)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, Kami menuntut perubahan..!!! (edisi mahasiswa demo)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. kalau dia bukan jodohku, berarti kena zonk! (edisi super deal)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku,dekatkanlah…klo bukan jodohku,yang lain pasti ketinggalan (edisi iklan yamaha)

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, maka dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, aduuuuh… ga gini2 juga kaleeeee… (versi sketsa )

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Karena aku ingin menjadi yang halal bagimu… (edisi Ayat-ayat cinta )

Ya Tuhan… kalau dia jodohku, dekatkanlah. Kalau dia bukan jodohku, SALAH GUE?!! SALAH TEMEN-TEMEN GUE?!! (edisi AADC)

Senin, 13 Juni 2011

Supply Chain Management Analysis (SCM)

Pengertian
Supply Chain Management adalah sebuah management strategi yang melibatkan pembelian dan mengolah bahan sampai selesai dan menjadi
sebuah produk yang siap dikirim pada pembeli.

Dalam SCM ada beberapa hal yang harus difokuskan, antara lain:
- Plan
- Source
- Make
- Deliver
- Buy

Ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membuat Supply Chain Management menjadi efisien yaitu:
- Supplier
- Manufaktur
- Gudang
- Pusat distribusi
Jika hal-hal tersebut telah menjadi efisian, maka barang yang diproduksi & didistribusi akan :
- Dalam jumlah yang tepat
- pada tempat yang tepat
- dan pada waktu yang tepat

Dalam SCM ada beberapa cara untuk mengatur pemesanan dan permintaan, yaitu:
- Jika persediaan yang tersedia cukup : pesanan dikirim ke pusat distribusi yang terdekat kepada pelanggan dan memiliki persediaan cukup.
- Jika cukup persediaan yang tersedia tidak cukuop : pesanan ditempatkan pada daftar backorder dan permintaan untuk pengisian dikirim ke departemen perencanaan.
- Jika rantai supply di bawah kontrak : departemen perencanaan menghasilkan pesanan pembelian dan mengirimkannya ke pemasok.
- Jika rantai supply tidak berada di bawah kontrak : permintaan dikirim ke departemen pengadaan untuk membuat kontrak baru.

Dalam SCM ada yang biasa disebut dengan Waktu Proses Bisnis Administrasi (ABPT). ABPT adalah komponen dari pesanan pelanggan untuk proses pengiriman. Dimulai dari waktu pesanan pelanggan tiba di pusat layanan pelanggan dan berakhir ketika perintah pengiriman diterima di sebuah pusat distribusi.

Pihak-pihak yang akan berdampak pada ABPT:
1. Proses manual untuk pesanan pembelian: Beberapa pesanan pembelian perlu modifikasi manual dan persetujuan yang ditambahkan untuk pemenuhan pesanan.
2. Tingkat pembatalan pesanan pembelian
3. Persentase pesanan pembelian diproses melalui otomatisasi: Semakin tinggi persentase perintah yang dapat diproses secara otomatis maka hal itu akan menurunkan waktu pemenuhan pesanan.
4. Waktu untuk koreksi spesifikasi teknis: Beberapa bagian yang tidak diperintahkan untuk waktu yang lama akan usang spesifikasi teknis dan gambar. Ini dikirim ke departemen teknik untuk koreksi.
5. Waktu pengadaan untuk pembelian dalam jumlah besar: pembelian besar diperlukan banyak waktu dan personil, dengan demikian ditambahkan ke dalam waktu pemenuhan pesanan.
6. Maksimum pengadaan waktu untuk pembelian medium:
pembelian berukuran medium terdiri dari persentase yang besar sehingga juga mempengaruhi waktu pemenuhan pesanan.

Jumat, 03 Juni 2011

E - LEARNING TREND MASA KINI

E-Learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer dan Internet. E-Learning memungkinkan semua orang untuk belajar secara online maupun offline di mana pun dan kapan pun.

Manfaat E-learning
- Pembelajaran dari mana dan kapan saja.
- Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara mahasiswa dengan guru atau instruktur secara tidak langsung.
- Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
- Mambantu mahasiswa dalam mendapatkan materi pembelajaran
- Menghemat waktu proses belajar mengajar
- Mengurangi biaya perjalanan

dalam E-learning ada level CMM yang terbagi menjadi 5 tingkatan :
1. Initial : pada tahap ini perusahaan belum mengimplementasikan E-learning.
2. Repetable :organisasi dan perusahaan mulai mengimplementasikan E-learning.
3. Define : perusahaan pada level ini sudah mulai mengimplementasikan E-learning tapi masih terdapat kesalahan didalammya.
4. Managed : pengimplementasian yang dilakukan sudah berjalan dengan benar.
5. Optimized : level ini merupakan level puncak,dimana pada level ini sudah diimplementasikan E-learning,sudah benar,dan telah terverifikasi oleh badan internasional.

Dan jawaban untuk pertanyaan saya bahwa manakah sistem belajar yang paling maksimal apakah E-learning atau sistem belajar seperti Mindmapping. Jawaban yang saya dapatkan cukup memuaskan. Penyaji materi berkata kedua sistem belajar tersebut memiliki keunggulan tersendiri. E-learning masih terlalu baru untuk saat ini sehingga banyak orang berpikir bahwa sistem ini sangat sulit, tetapi e-learning bukan hanya membantu untuk mendapat materi dimana pun kita berada tapi juga secara tidak langsung mengajarkan kita cara untuk menggunakan internet.

Sedangkan Mindmapping memiliki keunggulan tersendiri. Kita membuat rangkuman dari materi yang ada dengan cara kita sendiri, sehingga sangat membantu untuk mengingat materi tersebut, ditambah lagi dengan adanya gambar dan beragam warna yang di gunakan untuk menyempurnakan mindmapping akan membuat materi yang sulit menjadi lebih menarik untuk di pelajari.

Selasa, 19 April 2011

4 APLIKASI OPEN SOURCE TERBAIK ALA ZUKO'S BLOG

Untuk tugas IT kali ini, kami diminta untuk membahas mengenai Open Source. Oleh karena itu, saya memilih untuk memprediksi 4 Open source yang terbaik sejak tahun 2010 sampai sekarang 2011.

OpenOffice.Org 1.1.4
Kategori : Office
OS : Windows 98/Me, NT 4, 2000 dan XP
Ukuran : 65,8 MB

OpenOffice.Org adalah perangkat lunak perkantoran open-source untuk pengolah kata, spreadsheet, presentasi, grafis, basis data dan masih banyak lagi. Aplikasi ini menyimpan data Anda pada format terbuka standar internasional dan juga mampu membaca/menulis berkas dari paket perkantoran lainnya. Aplikasi ini bisa didownload dan digunakan tanpa biaya untuk segala keperluan.

Khawatir dokumen Anda tidak bisa dibuka dengan OpenOffice? Jangan salah sangka. Dokumen Anda sebelumnya yang dibuat, bisa dibuka seperti biasa. Saat instalasi, jangan lupa untuk mengaktifkan sistem konfigurasi secara otomatis. Terutama format XLS dan PPT.

OpenOffice terdiri atas OpenOffice Writer untuk text editor, Calc untuk spreadsheet, dan Impress untuk presentasi. Selain itu juga dilengkapi dengan aplikasi database, drawing, serta HTML editor.

CDex 1.51
Kategori : CD Audio Ripper
OS : Windows 98, Me, NT 4, 2000 dan XP
Ukuran : 1,9 MB

CDex mendukung encoder LAME dengan interface yang mudah dipahami. Ripping CD audio bisa dilakukan dengan mudah, simpel, dan cepat.

Freeware ini memiliki bermacam encoder. Mulai dari WAV, MP3, OGG, VQF, hingga APE. Untuk kualitas suara, tersedia pilihan jitter correction dan normalization audio. Dilengkapi ID3 tag juga. Dan jika terhubung dengan Internet, manfaatkan data CDDB.

PDF Creator 0.8.0
Kategori : PDF Utility
OS : Windows 98, Me, NT 4, 2000 dan XP
Ukuran : 7,21 MB

PDF Creator y ini didistribusikan dengan dua lisensi. Yaitu, PDF Creator dengan lisensi Aladdin Free Public License (AFPL) dan GNU Liscense.

PDF Creator merupakan sebuah driver printer. PDF Creator yang diciptakan menggunakan Visual Basic ini, disertai dengan fitur-fitur yang menarik. Misalnya membuat sebuah file PDF yang disertai dengan password, sehingga tidak semua orang berhak membukanya.

Azureus 2.3.0.2
Kategori : Bit-Torrent Client
OS : Windows 98, Me, NT 4, 2000 dan XP
Ukuran : 6,30 MB

Tentu ada kekhawatiran tersendiri bila Anda berniat men-download file yang berukuran sangat besar, katakanlah 7 gigabyte yang kurang lebih setara 1 DVD. Inilah salah satu alasan diciptakannya BitTorrent selain untuk mengoptimalkan bandwidth yang ada, Azureus sendiri merupakan peranti lunak yang memungkinkan pengguna komputer mendistribusikan dokumen ke pengguna yang lain melalui Internet dengan teknologi BitTorrent.

Sebelum sebuah dokumen didistribusikan, Bit-Torrent akan menganalisis dokumen tersebut dan seakan-akan membaginya menjadi pecahan-pecahan kecil. Semua informasi tentang ukuran asli dari dokumen dan berapa banyak pecahan yang terbentuk akan disimpan di dalam sebuah file .torrent yang kecil dan mudah di-download. Bagi pengguna komputer lainnya yang ingin mendapatkan file yang sama, mereka bisa menjalankan file .torrent tersebut dan secara cepat atau lambat dokumen yang sebenarnya bisa diperoleh tergantung jenis sambungan internet yang digunakan. Ini akan lebih efektif, dibandingkan metode file sharing yang pernah ada.

Minggu, 17 April 2011

Teori Produsen

1. TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH
Kegiatan memproduksi dalam jangka pendek dipengaruhi oleh hukum produksi marjinal yang semakin menurun/berkurang. Hukum ini menyatakan, pada permulanya, pada tahap awal dari proses produksi, penambahan seorang tenaga kerja akan meningkatkan produksi marjinal. Akan tetapi pada tahap berikutnnya, penambahan seunit (seorang) tenaga kerja akan menambah produksi marjinal pada kuantitas yang semakin berkurang sehingga pada akhirnya produksi marjinal adalah nol. Pada tahap berikutnya, produksi total akan merosot dan produksi marjinal adalah negatif.
Nilai produksi marjinal adalah tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Produksi marjinal (MP) dapat diketahui dari pembagian antara pertambahan produksi total dengan pertambahan tenaga kerja , atau dirumuskan sebagai berikut:
Besarnya produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja dapat dihitung dengan persamaan berikut:
Dimana TP adalah produksi total dan L adalah jumlah tenaga kerja yang digunakan.
Produksi dengan 1 variable berlaku hukum Diminishing Return(setiap menambah jumlah input maka output akan bertambah), akan tetapi penambahan input itu justru akan menurunkan penambahan output(hukum penambahan hasil yang semakin berkurang)

Diminishing Return untuk tanah bisa dihindari dengan cara extendsifikasi (penambahan areal tanah)





2. TEORI PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR BERUBAH
Dalam teori produksi dengan dua factor berubah ini, dimisalkan terdapat dua factor produksi yang dapat diubah jumlahnya. Kita misalkan yang dapat diubah adalah tenga kerja dan modal. Misalkan pula bahwa kedua factor produksi ini dapat dipertukar-tukarkan penggunaannya; yaitu tenaga kerja meggantikan modal atau sebaliknya. Apabila dimisalkan pula harga tenaga kerja dan pembayaran per unit kepada factor modal diketahui, analisis tentang bagaimana perusahaan akan meminimumkan biaya dalam usahanya untuk mencapai suatu tingkat produksi tertentu dapat ditunjukkan.

1. Kurva Produksi Sama (Isoquant)
Isoquant adalah kurva yang menunjukkan gabungan dua factor produksi yang akan mewujudkan tingkat produksi yang sama.
Fungsi Isoquant : Q = TK.M (standar)

2. Garis Biaya Sama (Isocost)
Untuk menghemat biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan, perusahaan harus meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat analisis mengenai peminimuman biaya produksi perlulah dibuat garis biaya sama atau isocost. Garis ini menggambarkan gabungan factor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.
Fungsi Isocost : C=Ptk.TK + PmM